image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung Bina Kader Konservasi

Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung Bina Kader Konservasi. Foto: BTNBABUL

Bantimurung, 20 Desember 2017. Pagi itu cuaca cerah, mentari bersinar dengan teriknya. Kader konservasi mulai berdatangan di ruang pertemuan memenuhi undangan dari Balai Taman nasional Bantimurung Bulusaraung. Tepat pukul 09.30 acara pembinaan kader konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulsaraung dimulai. Kegiatan pembinaan ini digelar di ruang pertemuan Rumah Makan Nusantara Maros pada hari Selasa (19/12/2017) kemarin.

Kader konservasi binaan taman nasional ini telah memiliki wadah yakni Forum Kader Konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (FK2TNBABUL). Saat ini sudah ada beberapa kegiatan yang telah terlaksanakan oleh forum kader konservasi ini diantaranya kemah konservasi dan menyusun program kerja. Kegiatan lain yang pernah digelar seperti bhakti sosial lingkungan sekitar kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung dan kegiatan penanaman pohon di Kelurahan Kalabbirang. Kegiatan terakhir yang diikuti anggota kader ini adalah Hari Konsevasi Alam Nasional (HKAN) di Taman Nasional Baluran.

Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulsaraung membuka langsung acara tersebut.  Setelah dibuka, Kepala Bidang Teknis Balai Besar Lore Lindu, Dedy Asriady menyampaikan materi tentang peran serta kader konservasi.  Setelah penyampaian materi dilanjutkan diskusi dan rapat pemilihan pengurus baru Forum Kader Konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulsaraung.

Hasil rapat memutuskan  kepengurusan forum kader ke depan dengan menunjuk Nulkarim R. selaku ketua. Mendampingi ketua juga ditunjuk  Nurhidayat selaku sekertaris dan Dewi Sartika, S.Pd sebagai bendahara.  Anggota kader yg lain masuk dalam unsur bidang-bidang kepengurusan dan anggota.

Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung berharap pengurus baru dapat menjalin komunikasi dan koordinasi lebih lanjut dengan pihak taman nasional sebagai pembina. “Saya harap anggota kader ini ke depan dapat berperan lebih aktif dalam kegiatan konservasi, terkhusus di wilayah Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung,” ujar Sahdin Zunaidi.(ksdae.menlhk.go.id)

Sumber: Kelompok Kerja Pelayanan dan Kerjasama–Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung