image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Air Bersih itu Berasal dari Kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung

Kepala Resort Pattunuang bersama dengan Pamsimas dan Kepala Desa Laiya melaksanakan kegiatan uji fungsi dan serah terima sarana sistem penyediaan air minum. Foto: BTNBABUL

Bantimurung, 21 Januari 2018. Kepala Resort Pattunuang bersama dengan Pamsimas dan Kepala Desa Laiya melaksanakan kegiatan uji fungsi dan serah terima sarana sistem penyediaan air minum. Serah terima  dilaksanakan dari Pamsimas kepada Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Baji Minasa, Desa Laiya sebagai kelompok  yang akan mengelola dan menangani program. Kegiatan ini dilaksanakan di Manggesara, Dusun Bontomanai, Desa Laiya, Cenrana, Maros. Kegiatan hari ini diadakan di Mesjid Manggesara pada Selasa (10/01/2017).

Sarana air bersih tersebut merupakan bagian dari Program Nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Program ini telah memasuki periode ke III di Maros.  Program ini diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui peningkatan akses air minum dan sanitasi berbasis masyarakat.

Pamsimas Maros telah menjalin kerjasama dengan Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung sejak tahun 2014. Taman nasional telah mengeluarkan enam izin pemanfaatan air (IPA) non komersil melalui program nasional ini.

Turut hadir perangkat Desa Laiya, pengawas Pamsimas tingkat provinsi dan kabupaten, perwakilan Komando Daerah Militer (Koramil) 1422 Maros, Kepolisian Sektor Camba dan segenap warga masyarakat Dusun Bontomanai.

Kepala Desa Laiya menuturkan bahwa sumber dana pembangunan sistem penyediaan air ini berasal dari beberapa sumber. Beberapa di antaranya berasal dari APBN pusat melalui program Pamsimas III, APBdes, serta kontribusi masyarakat dalam bentuk dana tunai, tenaga, dan material lokal. Panjang pipa air yang terpasang sekitar 3.600 meter yang sumber airnya berasal dari Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

Sarana air bersih ini mengairi 30 rumah warga. Secara rinci sebanyak 80 kepala keluarga atau sekitar 411 jiwa warga Dusun Bontomanai yang menikmati air bersih tersebut.

Kepala Resort Pattunuang menyampaikan himbauan kepada warga masyarakat Desa Laiya khususnya warga Manggesara untuk turut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan di sekitar sumber mata air. “Saya harap masyarakat turut menjaga keberlangsungan mata air dengan menjaga hutan di sekitarnya” ujar Nurdin Rumpa dalam sambutannya.

Pamsimas berharap besar untuk keberlanjutan program penyediaan air bersih dan sanitasi ini. “Masyarakat bisa memelihara sarana air bersih tersebut melalui tata kelola yang dilakukan oleh KKM Baji Minasa. Saya juga berharap ada upaya nyata masyarakat untuk Perlindungan Daerah Tangkapan Air (PDTA) sehingga sumber air yang dimanfaatkan sekarang bisa terjaga dan lestari,” tegas Nur Khalis, Koordinator Kabupaten Pamsimas Maros.

Di akhir acara para tamu undangan menuju keran air umum untuk bersama-sama secara simbolis meresmikan penggunaan instalasi pipa air Pamsiamas III ini. (ksdae.menlhk.go.id)

Sumber: Edy kyoto – Penyuluh Kehutanan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung