image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Brigdalkarhutla Balai TN Bantimurung Bulusaraung Beraksi di DAOPS Gowa

Brigdalkarhutla Balai TN Bantimurung Bulusaraung Beraksi di DAOPS Gowa. Foto: BTNBABUL

Makassar, 15 Februari 2018. Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul) mengelar peningkatan Kapasitas Brigade Pengedalian kebakaran hutan dan lahan (Brigdalhutla). Kegiatan ini berlangsung di dua tempat yakni Hotel Aerotel Smile Makassar dan Daerah Operasional (DAOPS) Gowa. Materi disampaikan di hotel kemudian di hari yang berbeda melakukan praktek mengendalikan api di lapangan DAOPS Gowa. Pelatihan terbilang singkat ini dilaksanakan mulai tanggal 12 Februari 2018 sampai dengan 14 Februari 2018.

Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung membuka secara resmi kegiatan ini. Turut hadir pada acara pembukaan di antaranya Balai Pengendalian Perubahan Iklim Wilayah Sulawesi, BPPHP Wilayah XIII Makassar, SMK Kehutanan Negeri Makassar, Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan BPKH Wilayah VII Makassar. Pejabat eselon empat lingkup Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung juga turut meramaikan acara ini. Peserta yang ikut merupakan anggota Brigdalhutla Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Peserta yang hadir tidak kurang dari 30 orang.

“Saya harap regu Brigdalhutla Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung banyak belajar dari pelatihan singkat ini. Menambah kemampuan mengendalikan api. Bisa mengetahui lebih cepat potensi kebakaran melalui aplikasi yang ada,” ujar Sahdin Zunaidi, Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

Hari kedua peserta melakukan praktek di DAOPS Gowa. Mereka sangat antusias dengan praktek rescue, deteksi hospot, dan simulasi pemadaman oleh intrusktur DAOPS Gowa. Simulasi memadamkan api didesain sedemikian rupa dengan menciptakan kobaran api yang meluap–luap. Peserta kemudian secara berkelompok mengendalikannya.

“Simulasi pemadaman adalah yang paling dinantikan oleh peserta. Mereka tampak begitu serius, tegang, dan pada akhirnya tertawa riang setelah bisa mengendalikan apinya,” ujar Tigor, Ketua Panitia di sela-sela praktek pemadaman.

Semoga dengan bertambahnya ilmu mengendalikan kebakaran hutan dan lahan, regu Brigdalhutla Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung lebih tangguh sebagai panglima api. (ksdae.menlhk.go.id)

Sumber: Surapil – Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung