image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Ada Yang Baru di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung

Ada Yang Baru di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Foto: BTNBABUL

Bantimurung, 09 Februari 2018. Sebagai taman nasional dengan visi sebagai tujuan destinasi ekowisata, Balai TN Bantimurung Bulusaraung (TN Babul) terus berbenah diri. Kali ini Balai TN Babul Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung membenahi Kawasan Wisata Bulusaraung dengan membangun pusat informasi sebagai sarana pendukung wisata mendaki gunung Bulusaraung. Tepat di hari Kamis (8/02/2018) Balai Taman Nasional Bantimurung menggelar syukuran  terbangunnya pusat informasi di Desa Tompobulu, Balocci, Pangkep dan secara resmi pertama kalinya Resort Balocci memanfaatkan fasilitas baru ini.

Acara syukuran di Sulawesi Selatan identik dengan kue tradisional: onde-onde. Makan bersama onde-onde bertanda ada barang baru yang spesial yang dimiliki. Begitulah kesannya. Turut hadir pada acara ini Kepala Desa Tompobulu, LSM Payo-payo, Tokoh Masyarakat Tompobulu, dan kelompok masyarakat Pengelola Ekowisata Dentong binaan taman nasional. Tentunya Kepala Balai, Kepala SPTN Wilayah I, dan staf taman nasional juga turut meramaikan peresmian gedung ini.

“Gedung baru ini sangat penting untuk menunjang pengembangan ekowisata di Kawasan Wisata Bulusaraung. Dengan begitu Desa Wisata Tompobulu yang merupakan salah satu desa penyangga taman nasional diharapkan juga turut berkembang” ujar Iqbal Abadi Rasjid selaku Kepala SPTN Wilayah I

“Pusat Informasi Kawasan Wisata Bulusaraung merupakan gerbang utama wisata pendakian bulusaraung. Sebelum pengunjung melakukan aktivitas mendaki mereka terlebih dahulu mendapatkan informasi di sini. Informasi yang dapat diperoleh seperti SOP pendakian, aktivitas wisata, obyek dan daya tarik yang terdapat di Desa Wisata Tompobulu dan Gunung Bulusaraung sendiri” tegas Kepala Balai TN Babul Sahdin Zunaidi pada sambutannya.

Sahdin juga menambahkan bahwa masyarakat perlu didorong untuk berperan aktif dalam menunjang ekowisata di desa ini. Lebih kreatif menjemput bola. Hal yang bisa dilakukan di antaranya menampilkan atraksi budaya dan kesenian yang terdapat di Desa Wisata Tompobulu.

Antisipasi terhadap sampah pendakian perlu dikelola dengan baik sehingga tidak menimbulkan masalah ke depannya. “Masyarakat dan aparat desa juga bisa turut berperan dengan melakukan mempromosikan potensi wisata Desa Tompobulu dan pendakian bulusaraung,” tutupnya.

Kepala desa tumpobulu juga mendapat kesempatan memberikan sambutan sekaligus meresmikan Pusat informasi Kawasan Wisata Bulusaraung. Kepala Desa berharap kolaborasi antara pemerintah desa dan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung lebih ditingkatkan ke depan dan dilakukan pembinaan terhadap kelompok masyarakat Pengelola Ekowisata Dentong.

Dengan adanya Pusat Informasi pada Kawasan Wisata Bulusaraung diharapkan dapat meningkatkan pelayanan terhadap pengunjung pada tingkat tapak. Gedung baru ini diharapkan menjadi tempat bagi petugas dan masyarakat sekitar kawasan untuk berkomunikasi. Menjalin kerjasama dalam melakukan upaya-upaya pengembangan ekowisata dan pelestarian kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. (ksdae.menlhk.go.id)

Sumber: Much. Syachrir – Pengendali Ekosistem Hutan Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung