image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Saatnya Kerja Bersama Lestarikan Hutan dan Lingkungan Hidup

Saatnya Kerja Bersama Lestarikan Hutan dan Lingkungan Hidup. Foto: BTNBABUL

Bantimurung, 25 Februari 2018. Bertempat di Pendopo Kantor Bupati Maros, pengurus Forum Kader Konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung menggelar rapat sekaligus pelantikan pengurus baru. Kegiatan yang difasilitasi oleh Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung ini digelar pada Sabtu (24 Februari 2018).

Pada pelantikan pengurus baru ini hadir Bupati Maros, Ketua DPRD Maros, Komandan Kodim 1422 Maros, dan Kapolres Maros. Kepala P3E Sulawesi Maluku dan Balai PSKL juga hadir. Ketua KNPI Maros, Forum Bela Negara, PT. Semen Bosowa, LBH Maros, PMI Maros, dan sejumlah Kelompok Pecinta Alam Maros-Pangkep juga turut memeriahkan acara ini.

Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung melantik pengurus baru untuk periode kerja 2018 – 2020. Anggota forum kader ini sebanyak 120 orang dengan profesi dan multi latar belakang yang beragam.

Pejabat yang mewakili Bupati Maros (Asisten I) memaparkan perlunya bergerak bersama dalam menjaga hutan dan lingkungan hidup terutama dalam menjaga kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

Kepala Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Wilayah Sulawesi juga mengajak anggota forum kader ini untuk terlibat dalam sejumlah program yang dicanangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. “Anggota forum ini harus bisa ikut terlibat dalam kegiatan kementerian ini. Di kantor kami sendiri ada program yang membutuhkan perhatian dari banyak pihak seperti Program Hutan Desa, Hutan Kemasyarakatan, Hutan Rakyat, Hutan Adat, dan Kemitraan,” ujar Muchksin, Kepala Balai PSKL Wilayah Sulawesi.

Kepala Balai Taman Nasioal Bantimurung Bulusaraung menegaskan bahwa FK2TN Babul merupakan binaan taman nasional, oleh karenanya sebisa mungkin berperan serta dalam kegiatan positif terkait konservasi di mana pun berada. Besar harapan kami instansi terkait dapat turut membina forum ini dalam melaksanakan kegiatan di bidang lingkungan hidup dan kehutanan.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung dan pihak-pihak terkait atas perhatiannya kepada forum ini. kami siap bekerja dengan baik dan ikhlas demi lestarinya lingkungan hidup dan kehutanan,” ujar Nulkarim, Ketua FK2TN Babul.

Setelah pelantikan pengurus FK2TN Babul kemudian melanjutkan rapat terbatas antar anggota forum. Semoga dengan resminya pengurus baru forum ini akan menambah semangat dalam bekerja bersama menjaga lestarinya hutan dan lingkungan hidup. (ksdae.menlhk.go.id)

Sumber: Abdul Azis Bakry – Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung