image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Sumber Air TN Bantimurung Bulusaraung Untuk Warga Dusun Takehatu

Sumber Air TN Bantimurung Bulusaraung Untuk Warga Dusun Takehatu. Foto: BTNBABUL

Bantimurung, 01 Maret 2018. Warga Dusun Takehatu mengaharu biru. Air bersih telah sampai ke rumah-rumah warga yang berada di bawah kaki pegunungan ini. “Tinggal putar kran, air mengalir,” ujar Suhar, seorang warga Takehatu yang kami temui saat acara peresmian.

Bertempat di Mesjid Fasbtabikul Qhaerat uji fungsi sarana prasana air bersih Program Sistem Penyediaan Air dan Sanitasi berbasisi Masyarakat (Pamsimas) dilakukan. Acara ini digelar pada Rabu (28/02/2018).

Selanjutnya sarana air bersebut diserahkan secara simbolis (gunting pita) dari Pamsimas Maros kepada Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Mattiro Walie untuk dikelola. Dusun Takehatu sendiri secara administrasi merupakan Desa Barugae, Kecamatan Malawa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Dusun ini memanfaatkan mata air yang terletak di Zona Tradisional Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Konon mata air ini tak pernah kering sepanjang tahun.

Turut hadir pada uji fungsi dan serah terima ini di antaranya Kepala Satket Pamsimas Maros, District Coordinator Pamsimas Maros, perwakilan Koramil 1422-03 Camba. Pemerintah Kecamatan Mallawa, Puskesmas Mallawa, Kepala Desa Mallawa, serta Balai Taman Nasional Bantimrung Bulusaraung juga ikut serta dalam acara ini.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan program Pamsimas di Dusun Takehatu ini. Saya berharap ada perubahan pola hidup masyarakat menuju pola hidup sehat dengan predikat open defecation free (tidak buang hajat sembarangan). Ke depan saya berharap dapat memenuhi kebutuhan air bersih di Desa Barugae dengan target tahun ini hingga 98%,” ujar Hukman, A.Md.Kg, Kepala Desa Barugae.

Selama beberapa tahun program Pamsimas berjalan di Maros, peresmian di dusun ini merupakan tercepat kedua. Kepala Satker Pamsimas Maros dalam sambutannya menyampaikan bahwa setelah peresmian ini bukan berarti tugas warga Dusun Takehatu ini berakhir. Tahap selanjutnya adalah memanfaatkan sumber air ini hingga dapat dinikmati seluruh warga dan berkesinambungan hingga nanti bisa dinikmati anak dan cucu kita nantinya. Bak dan pipa perlu dipelihara. “Meteran saya harap pemerintah desa bisa membantu,” tambahnya.

Di akhir acara Kepala Resort Camba mewakili Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung menyerahkan izin pemanfaatan air (IPA) non komersil kepada Kepala Desa Barugae. “Saya himbau kepada warga dusun ini untuk bersama-sama menjaga hutan. Hutan yang hanya tersisa di kawasan taman nasional ini memiliki salah satu fungsi mengatur tata air. Jika hutan rusak jangan harap mata air bisa mengalir terus menerus. Olehnya marilah kita jaga hutan agar air dapat kita manfaatakan secara berkelanjutan,” tegas Zainal Arifin, Kepala Resor Camba.

Mari jaga hutan agar manfaatnya dapat kita rasakan bersama serta berkelanjutan. (ksdae.menlhk.go.id)

Sumber: Boy Ronnald – Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung