image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Bulu Tombolo, Destinasi Baru di TN Bantimurung Bulusaraung

Bulu Tombolo, Destinasi Baru di TN Bantimurung Bulusaraung. Foto: BTNBABUL

Bantimurung, 02 Maret 2018. Hari yang cukup cerah, rombongan Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung mengunjungi wilayah kerja Resor Camba. Mengunjungi Dusun Pattiro dalam rangka mensosialisasikan rencana role model tata kelola zona tradisional yang berada di dusun itu. Rombongan itu berkunjung pada Selasa (27 Februari 2018).

Rombongan yang dipimpin langsung oleh Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung ini bertemu dengan Kepala SPTN Wilayah II, Kepala Resor Camba, dan kelompok tani binaan di Dusun Pattiro. Mereka melakukan diskusi tentang potensi yang dapat dikembangkan ke depan sebagai sumber mata pencaharian alternatif bagi masyarakat.

Diskusi di bawah rindangnya pepohonan terbuka itu berjalan cukup alot. Angin sepoi-sepoi menambah segarnya suasana pertemuan di lapangan itu. Pada puncak diskusi menyepakati beberapa hal. Satu di antaranya adalah bahwa kelompok tani dusun ini berkeinginan untuk mengembangkan ekowisata yang akan dikelola sendiri oleh kelompok masyarakat. Objek wisata yang akan dikembangkan adalah Bulu Tombolo. Objek ini menyuguhkan pemandangan alam terbuka dari ketinggian. Hamparan pegunungan berbaris dengan padauan hamparan sawah masyarakat menjadi unik. Objek ini layak menjadi destinasi andalan Desa Labuaja. Destinasi ini berada di zona tradisional yang merupakan wilayah kerja Resor Camba.

Beberapa sarana pendukung telah dibangun oleh kelompok masyarakat Pattiro ini sebagai bukti keseriusan mereka. Membuat jalur menuju objek dan menata areal destinasi. Termasuk mendirikan wahana pendukung untuk berswafoto pengunjung. Wahana ini terbuat dari bambu. Bentuknya unik, mengikuti tren wisata anak muda jaman now!

Usaha yang telah dirintis beberapa bulan lalu ini telah membuahkan hasil. Objek wisata Bulu Tombolo telah menjadi buah bibir di kalangan para traveler muda. Tak jarang para pecinta keindahan alam ini ramai berkunjung. Mereka kemudian mengunggahnya di media sosial, mempercepat arus promosi Bulu Tombolo sebagai destinasi wisata yang patut dikunjungi. Jika penasaran coba cek lah di akun media sosial Anda dengan tagar hashtag nama destinasi baru ini.

Ayo berkunjung ke Bulu Tombolo. Merasakan sensasi alam bebas yang menyejukkan hati. (ksdae.menlhk.go.id)

Sumber: Abdul Azis Bakry – Kepala Sub Bagian Tata Usaha Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung