image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Meriahkan Hari Bakti Rimbawan, UPT KLHK Lingkup Sulawesi Selatan Gelar Aksi Tanam 1000 Pohon

Meriahkan Hari Bakti Rimbawan, UPT KLHK Lingkup Sulawesi Selatan Gelar Aksi Tanam 1000 Pohon. Foto: BTNBABUL

Bantimurung, 07 Maret 2018. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sulawesi Selatan gelar aksi menanam di Dusun Pattiro, Desa Labuaja, Cenrana, Maros. Aksi menanam ini merupakan bagian dari perayaan Hari Bakti Rimbawan ke-35. Aksi menanam berlokasi di Bulu Tombolo ini merupakan zona tradisional Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Sejumlah mitra taman nasional juga hadir pada aksi menanam yang digelar Rabu (7/03/2018) PT. Telkom Cabang Maros, BRI Cabang Maros, dan Toyota Kalla Cabang Maros mendukung penuh aksi menanam ini.

Acara menanam seribu pohon ini dihadiri unit pelaksana teknis lingkup Sulawesi Selatan. Intansi yang hadir di antaranya BDLHK Makassar, P3E Sulawesi Maluku, BPHP Wilayah XIII Makassar, BP2LHK Makassar, BPDASHL Jeneberang Walanae, dan BPKH Wilayah VII Makassar. Hadir juga Balai PPI Karhutlah Wilayah Sulawesi, Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Wilayah Sulawesi, PSKL Wilayah Sulawesi, dan BPTH Wilayah II Makassar. Tak ketinggalan BBKSDA Sulawesi Selatan, Dinas Kehutanan Propinsi Sulawesi Selatan dan SMK Kehutanan Negeri Makassar.

Personil taman nasional menerjunkan semua personilnya, termasuk mengundang kader konservasi yang tergabung dalam FK2TN Babul, Bank Mandiri Cabang Maros, dan PLN Maros. Juga hadir personil Polsek Camba, Koramil Camba, Pemerintah Desa Labuaja dan Kecamatan Cenrana. Tak kurang dari 250 orang hadir dalam aksi menanam ini.

BPTH Wilayah II Makassar melalui persemaian permanen yang berada di Desa Samangki menyumbangkan bibit sejumlah 300 pohon jenis kayu hitam (Diopyros celebica) pada aksi sehari ini. 700 bibit lainnya diperoleh dari BPDASHL Jeneberang Walanae berupa bibit durian dan manggis hutan.

Bibit pohon kayu hitam di tanam kawasan taman nasional untuk memulihkan ekosistem. Jenis pohon berbuah di tanam di kebun masyarakat Dusun Pattiro. “Pohon buah ini memiliki nilai ekonomis ke depan. Kami menanam kedua jenis tanaman ini sebagai upaya mendukung program perhutanan sosial,” ujar Azis Bakry, selaku penanggung jawab aksi tanam dan pelihara pohon ini.

Aksi ini juga didukung oleh masyarakat dan kelompok tani Dusun Pattiro. Setelah ditanam, kelompok ini akan memerhatikan dengan merawat hingga tumbuh baik nantinya.

“Aksi menanam pohon ini sebagai bentuk dukungan kami menyukseskan program penanaman 25 pohon tiap insan ASN. Menanam pohon sebagai wujud bakti kita terhadap alam,” ujar Sahdin Zunaidi, Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung yang kami temui di lokasi penanaman.

Ayo tanam dan pelihara 25 pohon seumur hidup. Tunjukkan aksi nyata Anda untuk bumi tercinta. (ksdae.menlhk.go.id)

Sumber: Taufiq Ismail – PEH Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung