image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Kunjungan Kerja Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung Ke Kantor Bupati Maros

Kunjungan Kerja Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung Ke Kantor Bupati Maros. Foto: BTNBABUL

Bantimurung, 08 Maret 2018. Rombongan Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung melakukan kunjungan kerja ke kantor bupati maros. Mereka kemudian menggelar pertemuan di ruang rapat utama kantor bupati maros yang berlangsung pada Selasa (6/3/2018). Pertemuan lintas sektoral tersebut dihadiri oleh Bupati Maros, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Maros, Ketua Bappeda Maros, dan Kepala PUPR Maros. Rombongan taman nasional sendiri terdiri dari Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Kasubag TU, Kepala SPTN Wilayah I dan II, ketua kelompok kerja dan kepala resor lingkup taman nasional.

Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung menyampaikan progres kegiatan yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2016–2017. Hal–hal yang disampaikan di antaranya target kunjungan wisata, realisasi PNBP, kelompok tani binaan taman nasional menjadi kelompok mandiri dengan menghasilkan produk seperti madu alam dan jamur.   Ia juga menyampaikan pemanfaatan air bersih dari kawasan taman nasional untuk kepentingan rumah tangga dengan memberikan izin pemanfaatan air non komersil.

“Saat ini kami berencana untuk membangun salah satu site wisata andalan kami, Kawasan Wisata Pattunuang. Kami berharap ke depan masyarakat sekitar kawasan dapat merasakan manfaat ekonominya,” tambah Sahdin Zunaidi, Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

Bupati Maros menyambut baik dan mendukung rencana pembangunan fasilitas wisata di Pattunuang. “Saya harap hasil karya ini nantinya dapat diwariskan kepada generasi yang akan datang,” ujar Hatta Rahman, Bupati Maros.

Ia juga berterima kasih kepada Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung yang telah membantu masyarakat dalam upaya meningkatkan taraf hidup mereka. “Membentuk kelompok hingga menghasilkan produk, memberikan izin pemanfaatan air, dan membangun fasilitas wisata yang akan menambah daya tarik wisatawan berkunjung ke Maros. Itu adalah hal positif yang telah dikerjakan taman nasional. Saya ucapkan terima kasih kepada pihak Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung,“ tambahnya.

Pada pertemuan itu, kepala balai memberikan sejumlah buku kepada Bupati Maros. Buku tersebut terdiri dari buku tentang Sanctuary Kupu-kupu dan Buku Informasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Hasil pertemuan ini menyepakati bahwa dalam pembangunan sarana penunjang wisata hendaknya memperhatikan lingkungan sekitar. Untuk pengelolaan ke depan hendaknya dapat melibatkan masyarakat di sekitar kawasan taman nasional. (ksdae.menlhk.go.id)

Sumber: Abdul Azis Bakry – Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung