image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Pengembangan Ekowisata di Site Wisata Pattunuang

Pengembangan Ekowisata di Site Wisata Pattunuang. Foto: BTNBABUL

Maros, 16 Maret 2018. Balai TN Bantimurung Bulusaraung menggelar konsultasi publik rencana pembangunan sarana dan prasarana pengembangan Site Wisata Pattunuang. Kegiatan konsultasi publik ini berlangsung di Grand Town Hotel, Maros dihadiri tak kurang 30 orang dari sejumlah stakeholder yang bersentuhan langsung dengan agenda taman nasional ini,  Kepala Desa Samangki, Ketua BPD Samangki,Camat Simbang, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Maros, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Selatan, dan Dinas PUPR Maros juga turut perpartisipasi. Hadir pula Dekan Fakultas Kehutanan Unhas, Teknik Geologi Unhas, dan pengurus Geopark Maros Pangkep. Juga hadir LSM Payo-payo, Forum Kader Konservasi TN Babul, LSM TLKM Makassar, dan pengelola Helena Sky Bridge. Tak ketinggalan Direktur PJLHK, P3E Sulawesi Maluku, BP2LHK Makassar, Kepala Resor Pattunuang dan Ketua Pokja Pengendali Ekositem Hutan TN Bantimurung Bulusaraung.

“Konsultasi publik sebenarnya tak wajib jika akan membangun sarana dan prasarana di kawasan konservasi. Hanya saja beberapa tahun terakhir ini ada sejumlah komplein di taman nasional dan taman wisata alam. Sorotan dari publik tentang pembangunan sarana pendukung wisata. Olehnya Dirjen KSDAE kemudian mewajibkan unit pelaksana teknis untuk menggelar konsultasi publik,” terang Immanuel Jaya Lihu, mewakili Direktur PJLHK.

“Pengembangan site ini bertujuan untuk mendukung tercapainya visi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung sebagai destinasi ekowisata karst dunia,” jelas abdul Azis Bakry, Kepala Sub Bagian TU dalam sambutannya.

Selanjutya pemaparan materi dari beberapa narasumber. Di antaranya Guru Besar Fakultas Kehutanan Unhas, Pengendali Ekosistem Hutan, dan Kepala Balai TN Bantimurung Bulusaraung. Materi yang disampaikan berturut-turut: Ekologi Karst dan Prospek Pengembangan Ekowisata Karst,, Studi Kelayakan Rencana Pembangunan Sarana dan Prasarana Pengembangan Site Wisata Pattunuang, Kilas Balik dan Rencana Pengelolaan TN Bantimurung Bulusaraung

“Kita perlu menggali budaya potensi lokal, seperti tarian tradisional atau pun makanan lokal yang bisa ditawarkan kepada wisatawan. Di Pattunang ada legenda bisseang labboro, tinggal perlu dikemas sehingga lebih menarik,” Ujar Sahdin Zunaidi, Kepala Balai TN Bantimurung Bulusaraung.

Sejumlah sarana dan prasarana akan dibangun di Kawasan Wisata Pattunuang. Mulai dari area parkir, gerbang, sky bridge, viaferata, sky camp, hingga sky walk. “Saat ini anggaran pembangunan sarana tersebut telah disetujui Bappenas. Kami tinggal menunggu persetujuan Bapak/Ibu sekalian untuk memulai membangunan tahun ini,” ujar Muh. Nurhidayat, Pengendali Ekosistem Hutan saat memeparkan materi.

Sesi diskusi berjalan cukup alot. Sejumlah peserta memberikan saran dan pertanyaan tentang site wisata yang akan dibangun. Masukan yang disampaikan di antaranya pembangunan sarpras hendaknya mempedomani Perdirjen 3/2012, memperhatikan kearifan lokal setempat, serta adanya sistem pengelolaan sampah terpadu.

Peserta lain juga mengapresiasi upaya yang dilakukan pihak taman nasional. Mereka juga berharap agar melibatkan masyarakat sekitar kawasan.

Pada akhir acara peserta kemudian bersepakat dengan menanda tangani dukungan terhadap rencana pengembangan Site Wisata Pattunuang. (ksdae.menlhk.go.id)

Sumber: Taufiq Ismail – Pengendali Ekosistem Hutan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung