image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Pujian Tim ASEAN Heritage untuk Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung

Pujian Tim ASEAN Heritage untuk Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Foto: BTNBABUL

Bantimurung, 28 Maret 2018. Beberapa hari lalu tim Asean Center Biodiversity (ACB) mengunjungi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kunjungan ini sebagai tanggapan atas usulan Taman Nasional Bantimurung sebagai nominasi Asean Heritage Park.

Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung kemudian menggelar rapat bersama dengan tim ACB di Hotel Dalton, Makassar. Tim ini menyampaikan hasil kunjungan lapangan selama tiga hari di taman nasional. Pertemuan ini berlangsung pada Kamis (22/3).

Pertemun perdana telah dilakukan beberapa hari sebelumnya di BDLHK Makassar. Rapat dan diskusi antara pihak taman nasional dengan tim ACB dan Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati yang diwakili Ratna Kusuma Sari, M.Sc.

Tim ACB terdiri dari Dr. Phaivand sebagai reviewer Asean, Dr. Norsat selaku Asean Center Biodiversity spesialist for protected area, Grace sebagai ACB secretariat, dan Ekoningtias M.W. sebagai reviewer Indonesia. Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati juga mengutus beberapa stafnya mendampingi.

Selama kunjungan, tim ACB didampingi petugas taman nasional mengunjungi beberapa resor. Mereka mengunjungi Resor Bantimurung, Resor Pattunuang, dan Resor Balocci.

Tim ini mengunjungi Kawasan Wisata Bantimurung dan Taman Prasejarah Leang-leang di Resor Bantimurung. Menulusuri Gua Sulaiman dan mengamati satwa saat berkunjung di Resor Karaenta. Bercengkrama dengan rombongan monyet hitam sulawesi (Macaca maura) di siang hari, malamnya rombongan ini menyambangi tarsius (Tarsius fuscus) di habitat alaminya di hutan karst Karaenta.

Hari terakhir kunjungan lapangan mereka habiskan di Kawasan Pendakian Pegunungan Bulusaraung. Mengamati tata kelola site wisata yang melibatkan pemuda masyarakat setempat. Selanjutnya tim ini mendaki Gunung Bulusaraung hingga ke puncak. Menikmati panorama puncak-puncak menara karts dari ketinggian berpadu matahari terbit.

Selama kunjungan ke resor-resor, mereka tampak senang. Mereka begitu kagum dengan ekosistem karst dan potensi taman nasional ini.

Berdasarkan kunjungan lapangan, tim ACB merekomendasikan bahwa tata kelola yang telah dilaksanakan pihak Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung sudah sesuai dengan kriteria. “Secara potensi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung layak menyandang predikat Asian Heritage Park. Kawasan ini unik dan memiliki potensi biodiversitas yang tinggi ” ujar Dr. Phaivand, reviewer Asean.

“Kapasitas personil taman nasional ini mendukung. Personilnya punya skil yang mempuni. Dari segi manajemen cukup baik, masalah sudah terdeteksi,” kata Dr. Norsat, Asean Center Biodiversity spesialist for protected area.

Reviewer Indonsia, Ekoningtias M.W., juga memberi pandangan setelah mengunjugi taman nasional ini. “Tata kelola Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung sudah cukup bagus. Hanya ada beberapa hal yang perlu dibenahi, termasuk manajemen. Ke depan personil taman nasional ini perlu belajar lagi ke natural park lain yang cukup baik di Asean,” ujarnya.

“Kami berharap mudah-mudahan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung dapat menjadi bagian dari Asean Heritage Park,” pungkas Sahdin Zunaidi, kepala balai Taman nasional ini. (ksdae.menlhk.go.id)

Sumber: Taufiq Ismail – Pengendali Ekosistem Hutan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung