image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Mendaki Tanpa Meninggalkan Sampah

Mendaki Tanpa Meninggalkan Sampah. Foto: BTNBABUL

Bantimurung, 17 April 2018. Untuk meningkatkan pelayanan pengunjung pada Kawasan Pendakian Bulusaraung SPTN Wilayah I menggelar satuan tugas dua minggu sekali. Kawasan pendakian ini merupakan salah satu dari 7 site wisata andalan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung yang lebih dikenal dengan “The Seven Wonders.”

Beberapa waktu lalu, regu dua menggelar satuan tugas pada tanggal 14 – 15 April 2018 lalu. Regu ini terdiri dari 6 orang. Satuan tugas ini terdiri dari personil SPTN Wilayah I Balocci.

Satgas ini akan mendampingi petugas pengelola Kawasan Pendakian Bulusaraung yang merupakan pemuda masyarakat desa setempat (Tompobulu) yang tergabung dalam Kelompok Pengelola Ekowisata Dentong.

Mereka bertugas untuk memberikan pendidikan konservasi bagi para pendaki Gunung Bulusaraung dengan menerapkan standar operasional prosedur (SOP) pendakian Gunung Bulusaraung.

Saat registrasi petugas satgas menyampaikan hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama mendaki Gunung Bulusaraung. ”Boleh mengambil foto, namun kami harap agar pendaki tak meninggalkan sampah. Saya harap juga teman-teman pendaki tidak meninggalkan jejak seperti coret-coretan di sherter, batu ataupun di pohon,” tegas ReliKrsibiantoro, petugas satgas, kepada pendaki.

“Karena tak boleh meninggalkan sampah, kami minta teman-teman pendaki membawa turun sampahnya,” tambahnya. Setiap pendaki kemudian akan mengisi formulirsampah, mengisi daftar barang bawaan yang berpotensi menimbulkan sampah.

Saat turun setiap pendaki akan diperiksa petugas, menyesuaikan sampah yang dibawa turun dengan barang bawaan saat naik gunung. Jika jumlah sampah yang dibawa turun tidak sesuai dengan fomulir sampah (kurang) akan dikenakan denda Rp. 2.000 per item.

Jumlah sampah yang berhasil dibawa turun pendaki tak kurang dari 50 kg. Sampah tersebut kemudian dibawa turundari Desa Tompobulu menuju Bank Sampah terdekat di Kabupaten Pangkep. Ke depan satuan satgas ini berharap “pendakian zero waste” dapat diterapkan di Kawasan Pendakian Bulusaraung.

Beberapa barang bawaan yang tidak diperboleh saat mendaki gunung ini, di antaranya sabun, pasta gigi dan shampo, karena dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Barang lain yang sering dibawa pendaki adalah speaker atau guitar. Kedua alat ini tidak dibolehkan karena dapat menimbulkan kebisingan yang pada akhirnya dapat mengusik satwa.

Jumlah pengunjung kawasan wisata selama dua hari tak kurang dari 237 orang. “Jumlah pendaki minggu ini cukup banyak, bisa jadi karena libur tanggal merah di hari Sabtu,” ujar Reli.

Pendaki masih membawa barang yang tidak seharusnya dibawa saat mendaki, seperti guitar, sabun, dan beberapa barang lainnya yang berpotensi menimbulkan sampah. Ke depan perlu sosialisasi secara massif baik media cetak maupun elektronik untuk menyampaikan SOP ini.

“Sementara ini kami masih berlakukan 2 kali sebulan teman-teman melakukan satgas di Kawasan Pendakian Bulusaraung. Kegiatan ini bertujuan untuk meminimalisir efek dari aktivitas pendakian, seperti membuang sampah selama mendaki ataupun mengganggu satwa di habitatnya,” pungkas Iqbal Abadi Rasjid, Kepala SPTN Wilayah I, saat kami temui.

Gunung bukanlah tempat sampah. Jadilah pecinta alam, membiarkannya tetap alami tanpa mengusiknya. (ksdae.menlhk.go.id)

Sumber: Ramli –  Pengendali Ekosistem Hutan Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung