image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.

Kawasan

-

Feature 1

Sejarah Kawasan

Juli – Oktober 1857, Wallace melakukan eksplorasi di Bantimurung. Tahun 1869, ia  mempublikasikan “The Malay Archipelago”. Setelahnya, banyak penelitian kehati di Maros.

Selengkapnya

Feature 2

Kondisi Fisik

Di bagian Barat Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung dimana sekitar 75 % wilayah cakupannya merupakan areal karst, dan sisanya 25 % berupa ekosistem non karst yang menyebar di bagian Selatan.

Selengkapnya

Feature 3

Kehati

Sampai dengan tahun 2017, pada kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung telah terdaftar sedikitnya 711 jenis tumbuhan dan 735 jenis satwa liar.

Selengkapnya

Operasi Bebas Sampah dan Vandalisme di Gunungan Bulusaraung

Operasi Bebas Sampah dan Vandalisme di Gunungan Bulusaraung. Foto: BTNBABUL

Pangkep, 27 April 2018. SPTN Wilayah I gelar operasi bebas sampah dan vandalisme di Kawasan Pegunungan Bulusaraung. Kegiatan ini untuk membersihkan sampah sepanjang jalur pendakian Gunung Bulusaraung. Aksi peduli lingkungan ini digelar pada tanggal 21–22 April 2018 dengan tema “Gunung Bukan Tempat Sampah”. Selama kegiatan ini berlangsung pendakian untuk umum ditutup. Selama tiga hari gunung beristirahat dari desakan kunjungan pendaki. Hal ini bertujuan untuk memberi kesempatan kepada alam untuk ”ecosystem recovery”.

SPTN wilayah I selaku panitia bekerjasama dengan TrashBag Community menyukseskan operasi bebas sampah dan vandalisme ini. Komunitas ini merupakan sebuah lembaga nirlaba yang bersifat relawan (voluntary). Peserta yang terlibat berasal dari berbagai komunitas dari Pangkep, Maros, dan Makassar.

Pendaftaran peserta diumumkan melalui media sosial taman nasional. Dalam sehari saja kuota yang disediakan panitia telah terpenuhi. Komunitas yang berpartisipasi di antaranya mapala universitas di Makassar, kelompok pecinta alam di Maros dan Pangkep, komunitas penggiat lingkungan, SMK Kehutanan dari Manokwari, dan  pemerintah Desa Tompobulu. Tak kurang dari 120 orang turut perpartisipasi dalam kegiatan aksi bebas sampah ini.

Aksi lain yang digelar di antaranya bersih dan cat Mesjid di Desa Tomobulu, tanam pohon, bagi bibit pohon kepada masyarakat di desa terakhir sebelum mendaki. Sebanyak 100 bibit kayu manis dan daun salam yang dibagikan.

Pendakian dilakukan secara bersama-sama dengan membagi peserta menjadi 12 kelompok. Trash Bag Community dan Kelompok Pengelola Ekowisata Dentong mendampingi setiap kelompok  pendaki. Kepala Balai Taman Nasional bantimurung Bulusaraung melepas rombongan pendaki ini pada Sabtu (21/4) pada pukul 15.00 Wita. Para pendaki selanjutnya mendirikan tenda di areal camping ground yang berada di Pos 9.

Minggu (22/4) adalah puncak kegiatan operasi bebas sampah dan vandalisme bertepatan dengan hari bumi yang diperingati setiap 22 April. Aksi memungut dan membersihkan sampah di mulai dari areal berkemah (Pos 9) hingga ke Pos 1.

“Kami sampaikan terima kasih kepada teman-teman pendaki atas partisipasinya dalam kegiatan operasi bebas sampah dan vandalisme ini,” tutur Iqbal Abadi Rasjid, Kepala SPTN Wilayah I saat breefing.

Pendaki berhasil mengumpulkan sebanyak 8,5 karung besar sampah dengan total berat 141 kg. Sampah tersebut telah dikelompok menjadi 3 jenis sampah. Sampah plastik sebanyak 2 karung (9,5 kg), sampah sampah umum seperti kertas, busa, sebanyak 6 karung (128 kg), dan jenis sampah kaleng dan botol kaca sebanyak setengah karung (3,5 kg).

Sampah yang terkumpul di pusat informasi selanjutnya oleh panitia teruskan ke tempat pembuangan akhir (TPA) di Pangkep. Sampah plastik oleh masyarakat setempat dimanfaatkan untuk dijual.

Sayangi bumi dengan tidak meninggalkan sampah saat mendaki. Ingat, gunung bukanlah tempat sampah. (ksdae.menlhk.go.id)

Sumber: Erista Murpratiwi – Penyuluh Kehutanan Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung

Berita

Operasi Bebas Sampah Resort Pattunuang

Operasi Bebas Sampah Resort Pattunuang
Operasi Bebas Sampah Resort Pattunuang. Foto: BTNBABUL Bantimurung,  28 September 2018. Balai Taman...
Selengkapnya...

Eratkan Silaturahmi, Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung Kunjungi Dusun Tallasa & Tanrang, Maros

Eratkan Silaturahmi, Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung Kunjungi Dusun Tallasa & Tanrang, Maros
Eratkan Silaturahmi, Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung Kunjungi Dusun Tallasa & Tanrang,...
Selengkapnya...

Temui Bupati Maros, Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung Bincangkan Pemanfaatan Padang Loang

Temui Bupati Maros, Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung Bincangkan Pemanfaatan Padang Loang
Temui Bupati Maros, Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung Bincangkan Pemanfaatan Padang...
Selengkapnya...

Resor Mallawa Latih Masyarakat Buat Produk Olahan Jamur

Resor Mallawa Latih Masyarakat Buat Produk Olahan Jamur
Resor Mallawa Latih Masyarakat Buat Produk Olahan Jamur. Foto: BTNBABUL Bantimurung,  25 September...
Selengkapnya...

Kepala Balai TN Bantimurung Bulusaraung Temui Kepala Balai Arkeologi Sulawesi Selatan bahas PKS

Kepala Balai TN Bantimurung Bulusaraung Temui Kepala Balai Arkeologi Sulawesi Selatan bahas PKS
Kepala Balai TN Bantimurung Bulusaraung Temui Kepala Balai Arkeologi Sulawesi Selatan bahas PKS. Foto:...
Selengkapnya...
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5

Artikel

Dimanakah Lokasi Pondok Wallace di Maros?

Dimanakah Lokasi Pondok Wallace di Maros?
Dimanakah Lokasi Pondok Wallace di Maros? Foto: Taufik Ismail Alfred Russel Wallace seorang naturalis...
Selengkapnya...

Lebih Dari Selusin Kupu Kupu Ekor Sriti Ditemukan

Lebih Dari Selusin Kupu Kupu Ekor Sriti Ditemukan
Kupu-kupu ekor sriti yang besar, Graphium (semula dinamakan Papilio) androcles, adalah salah satu jenis...
Selengkapnya...

The Adventurer Paradise

The Adventurer Paradise
Menaklukan gua vertikal dengan single pitch terdalam di Indonesia Leang Pute dengan kedalaman -260...
Selengkapnya...

Kacamata Makassar Endemik Sulawesi Selatan

Kacamata Makassar Endemik Sulawesi Selatan
Burung Kacamata Makassar adalah salah satu burung endemik yang hanya bisa dijumpai di Sulawesi Selatan....
Selengkapnya...

The Spectacular Tower Karst

The Spectacular Tower Karst
Bentangan karst di TN Bantimurung Bulusaraung yang berbentuk menara. Separuh dari luas kawasan konservasi...
Selengkapnya...
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
°F | °C
invalid location provided

Feature 4

7th Wonders

Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung mempersembahkan "7th Wonders of Bantimurung Bulusaraung National Park"

Selengkapnya

Feature 5

Ekspedisi Gua Terdalam

Ekpedisi Gua Terdalam (14 gua terdalam di luasan 50 km2).

Selengkapnya

Feature 6

Ekspedisi Gua Terpanjang

Ekpedisi Gua Terpanjang (Gua Salukang Kallang 12.263 m).

Selengkapnya