image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Pembahasan Ekowisata Karst di Pangkep

Pembahasan Ekowisata Karst di Pangkep. Foto: BTNBABUL

Pangkep, 28 Mei 2018. Kepala  Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung melakukan kunjungan kerja ke kantor Bupati Pangkep pada Senin (28/5). Didampingi Kepala SPTN Wilayah I Kepala Resort Minasa Te’ne, dan Koordinator Polhut bertemu dengan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pangkep. Ia mewakili Bupati Pangkep yang sedang berkegiatan di Makassar.

Pertemuan itu berlangsung hangat. Kepala balai membuka pembicaraan dengan membahas perlunya meningkatkan kapasitas pemandu wisata. “Kita harus mempersiapkan pemadu wisata kita dengan bekal bahasa asing. Bagaimana mereka bisa melayani wisata asing jika tidak mampu berbahasa Inggris misalnya,” ujar Yusak Mangetan, Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

Saat ini pemadu wisata di sekitar kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung telah memiliki kartu identitas.  Mereka juga telah memahami prosedur pelayanan wisatawan. Dua tahun terakhir sebanyak 30 orang dari 7 site unggulan telah dibentuk dan terus dilatih kapasitasnya.

Kepala dinas membenarkan perlunya pemandu menguasai bahasa asing. “Saya kira ini adalah syarat mutlak sebagai seorang pemandu wisatwan asing. Apalagi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung memiliki visi menjadi destinasi ekowisata karst dunia. Kita harus berbenah,” tanggap Ahmad Djaman, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pangkep.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pihak taman nasional yang selama ini melibatkan Pemerintah Daerah Pangkep dalam pembentukan dan pelatihan pemandu wisata di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

“Saat ini kami sedang mengembangkan Desa Wisata Patalassang (Dewi Lamsang) yang berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Tahun ini kami berencana akan membuat akses jalan. Dewi Lamsang ini pernah dikunjungi oleh Direktur Kawasan Konservasi KLHK dan ia berkesan dengan backgroundkarstnya,’ jelas Ahmad.

Dua tahun terakhir ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pangkep intens menjalin komunikasi dengan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung dalam mengembangkan destinasi wisata di Pangkep. Termasuk pengembangan wisata gua yaitu Kalibbong Aloa yang berada di Resort Minasate’ne, SPTN Wilayah I Pangkep.

Ahmad juga menyampaikan bahwa ada rencana tahun ini menggelar Festival Bulusaraung dengan bekerjasama dengan pihak Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Hanya saja terdapat kendala yang tak dapat dihindarkan sehingga batal. “Padahal kami dari Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung sudah menyiapkan beberapa kegiatan yang bisa mendukung jalannya Festival Bulusaraung,“ ujar Iqbal Abadi Rasjid,  Kepala SPTN Wilayah I menanggapi.

Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung menyampaikan pada pertemuan tersebut perlunya pembenahan site wisata pendakian Bulusaraung. “Saat ini pendakian gunung telah menerapkan sistem sewa sarana wisata seperti tenda. Dengan begitu pendaki tak perlu repot membawa beban berat seperti tenda,”tambah Yusak.

“Ini bisa diterapkan di site pendakian GunungBulusaraung, kelompok pengelola ekowisata bisa bekerjasamadengan badan usaha milik desa (BUMDES) dalam halpengadaan sarana tersebut,” jawab Ahmad.

Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung juga menyampaikan bahwa tahun 2018 ini, pihaknya akan mengembangkan Kawasan Wisata Pattunuang dengan membangun beberapa sarana wisata berbasis ekowisata karst. Beberapa wahana yang akan dibangun di antaranya via verata, sky walk, dan sky camp. ”Kami juga berharap di wilayah Pangkep bisa mengidentfikasi objek wisata yang dapat dikembangkan,” pungkas Yusak. (ksdae.menlhk.go.id)

Sumber: Ramli dan Taufiq Ismail – Pengendali Ekosistem Hutan Balai TN Bantimurung Bulusaraung