image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Petugas Balai TN Bantimurung Bulusaraung Tetap Setia Layani Pengunjung

Petugas Balai TN Bantimurung Bulusaraung Tetap Setia Layani Pengunjung. Foto: BTNBABUL

Bantimurung, 19 Juni 2018. Berkah tak hanya bagi mereka yang merayakan hari kemenangan. Kawasan Wisata Bantimurung juga merasakan keberkahan tersendiri. Hari libur yang cukup panjang tak hanya dimanfaatkan untuk saling bersilaturrahim, namun juga bertamasya.

Kunjungan ke kawasan wisata legendaris ini membludak. Dipadati wisatawan lokal dari wilayah Makassar dan kabupaten sekitarnya. Mereka mengunjungi Air Terjun Bantimurung dan Helena Sky Bridge. “Wisatawan yang berkunjung ke Kawasan Wisata Bantimurung sebanyak lebih dari 900 orang pada hari lebaran, Jumat (15/6),” terang Amiruddin, Kepala Resort Bantimurung.

Puncak kunjungan wisatawan ke Kawasan Wisata Bantimurung berlangsung pada hari Minggu (17/6). Karenanya Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung bersama mitra menggelar minggu ceria. Minggu ceria semacam pos koordinasi (posko), melibatkan personil dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Maros, Kepolisian Sektor Bantimurung, Koramil Bantimurung, Puskesmas Simbang, Dinas Kebersihan Maros, dan Basarnas. Sedikitnya 150 orang bertugas saat minggu ceria.

“Tak kurang dari 13 ribu orang wisatawan berkunjung saat minggu ceria,” tambah Amiruddin.

Selama libur lebaran Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung membentuk posko penjagaan melayani wisatawan. Jadwal jaga kemudian dibuat untuk mengatur waktu jaga setiap personil yang terlibat. Selama libur lebaran mereka berjaga di pos yang telah ditentukan. Berjaga mulai dari tanggal 11 Juni hingga 20 juni 2018.

Posko memiliki tugas untuk menertibkan wisatawan, memantau aktivitas wisata dan siaga jika terjadi kecelakaan.“Personil ini juga bertugas menjaga agar wisatawan tak berperilaku membuang sampah sembarang tempat,” ujar Yusak Mangetan, Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

Tak hanya berdiam di satu tempat, mereka kemudian berjaga pada titik strategis. Berjaga di pintu masuk, menara pengawas, sekitar air terjun hingga di Telaga Kassi Kebo. Di sanctuary Kupu-kupu sendiri para personil posko berjaga di pintu masuk, display room, dan sekitar dua menara yang dihubungkan oleh jembatan gantung.

Debit air di kawasan wisata ini juga cukup kondusif. Dengan begitu wisatawan tampak asyik mandi di bawah guyuran air terjun. Cuaca bersahabat juga mendukung aktivitas berwisata di alam bebas.

Tak hanya di Bantimurung, personil taman nasional juga melakukan pelayanan wisatawan di dua site wisata berbeda, Kawasan Pendakian Bulusaraung dan Gua Kalibbong Aloa. Kedua site wisata ini berada di Kabupaten Pangkep. “Kami menugaskan teman-teman di beberapa site wisata agar wisatawan tertib dan merasa nyaman selama berlibur,” tambah Yusak.(ksdae.menlhk.go.id)

Sumber: Taufiq Ismail – Pengendali Ekosistem Hutan Balai TN Bantimurung Bulusaraung