image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Sang Merah Putih Berkibar di Gunung Bulusaraung

Sang Merah Putih Berkibar di Gunung Bulusaraung. Foto: BTNBABUL

Pangkep, 17 Agustus 2018. Meriahkan hari jadi Kemerdekaan RI ke 73, Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung gelar upacara bendera pagi hari di puncak Gunung Bulusaraung di  ketinggian 1.353 mdpl. Adalah Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I  yang bekerja sama dengan Kelompok Pengelola Ekowisata (KPE) Dentong prakarsai upacara di lokasi yang tak lazim ini.

“Kami meningkatkan layanan pengunjung tepat menjelang peringatan hari kemerdekaan bangsa ini. Membantu pendaki menyalurkan nasionalisme mereka sembari menikmati alam Indonesia yang indah” tutur Arman, Ketua KPE Dentong.

Awalnya pendaki melakukan registrasi di pusat informasi taman nasional yang berada di Desa Tompobulu, Balocci, Pangkep sebagai desa terakhir sebelum memulai mendaki. Setelah itu pendakian  ditutup sementara.

“Penutupan sementara ini kami maksudkan untuk membatasi jumlah pendaki. Dengan begitu upacara bisa berjalan tertib,” terang Abdul Rasyid, Plh. Kepala SPTN Wilayah I.

Jumlah pendaki yang berpartisipasi tak kurang dari 1.200 orang. Pendaki berasal dari kelompok pecinta alam baik dari siswa, mahasiswa hingga komunitas dari wilayah Pangkep, Maros dan Makassar. kelompok umur pendaki bervariasi mulai dari 13 tahun hingga 30-an tahun. Personil SPTN Wilayah I menjadi pelaksana upacara kali ini. SAR Pangkep, Puskesmas Pembantu Desa Tompobulu, dan Muspida desa ini turut membantu berjalannya ajang ini.

Setelah upacara bendera, pendaki melakukan aksi bersih gunung seperti memungut sampah yang yang berserakan di atas puncak gunung. Pendaki juga membebaskan jalur pendakian hingga pos 9 dari sampah serta pos registrasi. Pukul 16.00 Wita petugas registrasi kemudian kembali membuka pendakian. (ksdae.menlhk.go.id)

Sumber: Erista Murpratiwi – Penyuluh Kehutanan Balai TN Bantimurung Bulusaraung