image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

TN Bantimurung Bulusaraung Ditetapkan Menjadi ASEAN Heritage Park ke-41

TN Bantimurung Bulusaraung Ditetapkan Menjadi ASEAN Heritage Park ke-41. Foto: KLHK

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Sabtu, 18 Agustus 2018. Taman Nasional (TN) Bantimurung - Bulusaraung resmi menjadi Taman Nasional Warisan Dunia ASEAN (ASEAN Heritage Park–AHP) ke-41. Keputusan ini dikemukakan dalam forum The 29th Meeting of The ASEAN Senior Officials on The Environment (ASOEN), di Singapura (17/08/2018).

"Selain TN Bantimurung Bulusaraung dari Indonesia, juga diusulkan tiga Taman Nasional lainnya, yaitu Bidoup Nui-Ba Nasional Park dan Vu Quang National Park di Vietnam, serta Agusan Mars Wildlife Sanctuary di Filipina. Ketiga TN tersebut menjadi AHP yang ke 42, 43 dan 44 secara berurutan", tutur Agus Justianto, Kepala Badan Litbang dan Inovasi (BLI) KLHK, yang turut menghadiri pertemuan ASOEN, sebagai pimpinan Delegasi Republik Indonesia (DELRI).

Ditambahkannya, keempat Taman Nasional tersebut diusulkan oleh Dr. Theresa Mundita, Direktur Eksekutif ASEAN Centre for Biodiversity. "Atas usulan tersebut, negara Indonesia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Kamboja, Laos, dan Brunei Darussalam, langsung menyatakan persetujuannya. Setelah pembahasan lebih lanjut, menyusul keputusan dari ASEAN", lanjutnya.

Forum yang berlangsung sejak tanggal 13 Agustus ini, dibuka oleh Mr. Masagos Zulkifli, Menteri Lingkungan dan Sumber Daya Air Singapura (13/8/2018). Dalam sambutannya, Masagos Zulkifli menyampaikan apresiasinya atas komitmen pemerintah Indonesia, khususnya Presiden Joko Widodo dan Menteri LHK, Siti Nurbaya, dalam perlindungan kawasan hutan dan lahan gambut yang berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, apresiasi juga disampaikan oleh negara-negara ASEAN, atas diratifikasinya persetujuan pendirian ASEAN Centre for Biodiversity (ACB) oleh Indonesia, melalui Keputusan Presiden Nomor 100 tahun 2017 tanggal 6 November 2017. Dalam hal ini, negara ASEAN menyampaikan komitmennya untuk bersama-sama menangani sampah plastik, di perairan negara ASEAN.(*). (ppid.menlhk.go.id)

Siaran Pers: Nomor: SP. 451/HUMAS/PP/HMS.3/08/2018, Penanggung jawab berita: Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Djati Witjaksono Hadi – 081977933330