image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Tingkatkan Penyadartahuan Dini, Resor Minasa Tene Gelar Visit To School

Tingkatkan Penyadartahuan Dini, Resor Minasa Tene Gelar Visit To School. Foto: BTNBABUL

Bantimurung, 10 September 2018. Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung gelar visit to school. Kunjungan ke sekolah-sekolah di sekitar kawasan taman nasional ini bertujuan untuk memberikan pendidikan konservasi secara dini kepada calon-calon penerus bangsa. Sejumlah sekolah yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi ini menjadi target utama.

Kali ini Resort Minasa Te’ne  mengunjungi dua sekolah dasar yang berada di wilayah kerjanya. Personil resort ini mendatangi SD Negeri 59 Rea dan SD Negeri 49 Belae yang berada di Kelurahan Biraeng, Kecamatan Minasa Te’ne, Kabupaten Pangkep.

“Ini adalah ilmu baru untuk siswa kami. Saya mendukung agenda ini. Semoga ke depan dapat dilanjutkan secara rutin,” terang Muh. Sabir, guru SD Negeri 59 Rea.

Kegiatan penyadartahuan ini berlangsung pada Senin (10/9/2018). Sebanyak 30 orang siswa dengan antusias mengikuti materi yang disampaikan. Petugas resort menyampaikan materi tentang hutan, fungsi, dan manfaatnya.

“Kami juga memadukan sejumlah permainan, nyanyian, dan pemutaran film lingkungan untuk memudahkan siswa menerima materi,” pungkas Chaeril, Kepala Resort Minasa Tene.

Selain itu tim visit to school juga mengenalkan tumbuhan dan satwa yang berada di Kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusarang. “Ini bertujuan untuk memberikan pengertian bahwa satwa dan tumbuhan tersebut perlu dijaga dan dilestarikan. Mengapa? Karena peran mereka tak tergantikan di alam,” tambahnya.

Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung kemudian menanggapi kegiatan resort ini. “Saya berharap ke depan ‘pendidikan konservasi’ bisa menjadi muatan lokal bagi sekolah-sekolah yang berada di daerah penyangga taman nasional ini,” ujar Yusak Mangetan, Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, saat kami temui terpisah. (ksdae.menlhk.go.id)

Sumber: Taufiq Ismail – PEH Balai TN Bantimurung Bulusaraung