image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Bappenas Lakukan Kunjungan Kerja ke Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung

Bappenas Lakukan Kunjungan Kerja ke Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Foto: BTNBABUL

Bantimurung, 12 September 2018. Tim Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) melakukan kunjungan kerja ke Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kunjungan ini guna memantau pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2018 bidang kehutanan. Tim ini juga melakukan evaluasi pelaksanaan RKP tahun 2017 di  bidang yang sama.

Kunjungan di kawasan konservasi yang berada di Sulawesi Selatan ini berlangsung pada tanggal 7 – 8 September 2018. Tim ini cukup ramai, dipimpin langsung oleh Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air, Nur Hygiawati Rahayu dan Kepala Sub Direktorat Pengelolaan Hutan Berkelanjutan, Pungky Widiaryanto dengan delapan orang staf mendampingi keduanya.

Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung turut mendampingi rombongan ini. Bappenas mengunjungi beberapa lokasi, di antaranya Kawasan Wisata Pattunuang, Sanctuary Kupu-kupu, Kawasan Wisata Bantimurung, dan Kalibbong Aloa. Lokasi tersebut merupakan areal pengembangan sarana dan prasana pendukung ekowisata. Pada Kawasan Wisata Pattunuang, Bappenas melihat langsung pembangunan sarana prasarana pendukung ekowisata minat khusus, di mana akan dibangun sky line, sky walk, via verrata, sky lodge dan penataan lanskap.

“Kami akan mengawal pembangunan sarana dan prasarana ekowisata ini sesuai dengan detail engineering design (DED) dan tata waktu yang telah disusun,” terang Yusak Mangetan, Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

Pada kunjungan kali ini Bappenas juga berkesempatan menjejakkan kaki ke Kalibbong Aloa. Meninjau lokasi rencana pembangunan sarana pendukung wisata minat khusus di gua alam ini sembari menikmati untaian megahnya stalaktit yang menyejukkan mata.  Gua yang berada di kaki bukit karst ini menjadi tantangan tersendiri karena mulut gua berada pada ketinggian lebih dari seratus meter.

Terus berbenah dalam upaya mencapai misi, menjadikan Taman Nasonal Bantimurung Bulusaraung sebagai destinasi ekowisata karst dunia. (ksdae.menlhk.go.id)

Sumber: Abdul Azis Bakry – Kepala Sub Bagian Tata Usaha TN Bantimurung Bulusaraung