image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Balai TN Babul Bahas Perjanjian Kerjasama di Zona Tradisional Pattiro

Balai TN Babul Bahas Perjanjian Kerjasama di Zona Tradisional Pattiro. Foto: BTNBABUL

Bantimurung,  20 September 2018. Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung lakukan Bimbingan teknis kepada kelompok masyarakat di Dusun Pattiro, Desa Labuaja, Maros. Bimtek ini berlangsung di Ruang Pertemuan Kelompok Hutan Kemitraan Pattiro pada Kamis (20/9/2018). Zona Tradional Pattiro merupakan salah satu role model Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Pada bimtek kelompok masyarakat ini pihak taman nasional dan kelompok masyarakat membahas draf perjanjian kerja sama (PKS). Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung akan melakukan PKS dengan Kelompok Tani Hutan (KTH) Bulu Tanete, KTH Bukit Harapan, KTH Tunas Muda dan KTH Pattiro Bulu. Keempat kelompok tani ini berada di Dusun Pattiro. Tim bimtek juga membahas tentang rencana kegiatan peningkatan kapasitas kelompok pengelolaan zona tradisional Pattiro dan bantuan pengembangan usaha ekonomi produktif di desa ini.

“Saya berharap dengan bimtek ini akan menghasilkan dokumen PKS yang disepakati bersama. Dengan begitu besar harapan kami ke depan dapat dijalankan sehingga ekonomi masyarakat di dusun ini bisa meningkat,” tutur Yusak Mangetan, Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Mari terus tingkatkan peran masyarakat dalam tata kelola kawasan konservasi. Masyarakat tak lagi jadi penonton melainkan menjadi subjek pengelola.

Turut hadir pejabat lingkup taman nasional meliputi Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Kepala Sub Bagian TU, dan Kepala SPTN Wilayah II Camba serta sejumlah mitra. Mitra yang hadir di antaranya Kepala Desa Labuaja, Tim Layanan Kehutanan Masyarakat (TLKM) Univ. Hasanuddin Makassar, Direktur Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat (FKKM) dan Penyuluh Kehutanan Desa Labuaja. Hadir pula Ketua Forum Desa Penyangga Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung dan Ketua Kelompok Hutan Kemitraan Pattiro. (ksdae.menlhk.go.id)

Sumber: Muasril – PEH Balai TN Bantimurung Bulusaraung