Kemenhut Percepat Izin Pemanfaatan Panas Bumi

Ilustrasi Panas Bumi.

JAKARTA--MICOM: Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI menjanjikan percepatan izin pemanfaatan kawasan hutan untuk pengembangan energi geothermal (panas bumi).

Menurut Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan ditemui usai halal bihalal Kementerian Kehutanan di Jakarta, Senin (5/9), percepatan izin pemanfaatan geothermal ini akan diupayakan dalam waktu tiga bulan sejak waktu permohonan investasi.

"Jadi, sesuai arahan bapak Presiden agar geothermal bisa dipercepat. Karena panas bumi itu kan sebagian besar di kawasan hutan terutama di hutan lindung dan hutan konservasi," katanya.

Dia menjanjikan proses perizinan bisa rampung dalam waktu tiga bulan, asalkan perusahaan yang akan berinvestasi mampu memenuhi segala persyaratan yang telah ditentukan.

"Di kita kan Perpres-nya sudah selesai, semua aturan menyangkut geothermal atau panas bumi sudah selesai. Insya Allah kalau sudah memenuhi syarat di tempat kami paling lama proses perizinan geothermal bisa tiga bulan kami selesaikan asalkan persyaratannya lengkap," katanya.

Menteri juga sudah memberikan imbauan kepada pejabat terkait di lingkungan Kemenhut untuk melakukan percepatan dalam pemberian izin. "Saya sudah minta pada pejabat terkait di Kemenhut untuk melakukan percepatan. Karena itu kan program prioritasnya pemerintah," katanya.

Zulkifli menyebutkan, sudah ada beberapa perusahaan yang mengajukan permohonan untuk berinvestasi geothermal.

"Yang sudah ajukan banyak. Saya kemarin sudah tandatangani izin di Jawa Barat dua perusahaan, di NTB satu perusahaan. Ada lagi tiga perusahaan saya lupa dimana, itu sekitar dua bulan lalu," katanya.

Percepatan perizinan geothermal ini masuk dalam Instruksi Presiden Nomor 10 tahun 2011 tentang penundaan pemberian izin baru dan penyempurnaan tata kelola hutan alam primer dan lahan gambut memberikan dispensasi pada pemanfatan geothermal di kawasan hutan. (Ant/OL-2) (Sumber: www.mediaindonesia.com).